Satgas Covid-19 Jawab Kegalauan Masyarakat Soal Perbedaan Izin Darurat

- 16 April 2021, 22:31 WIB
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito : jawab  perbedaan penggunaan vaksin darurat dari WHO
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito : jawab perbedaan penggunaan vaksin darurat dari WHO /Satgas Penanganan Covid-19/Medcom/Marji

JAKPUSNEWS.com - Satgas Penanganan Covid-19 meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait perbedaan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19, yakni Emergency Use of Listing (EUL) dan Emergency Use of Authorization (EUA).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan penjelasan yang diharapkan dapat menjawab isu yang beredar di tengah masyarakat terkait EUL dan EUA vaksin Sinovac.

Ia mengatakan, bahwa vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia otomatis sudah mendapat EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

Baca Juga: Selama Ramadhan Vaksinasi Covid-19 Bisa Dilaksanakan di Masjid, Termasuk Untuk Lansia

Untuk Sinovac ditegaskannya telah mengikuti prosedur pengurusan EUL dan prediksi pemberian EUL dari WHO pada akhir bulan Mei 2021. Sedangkan vaksin AstraZeneca sejak Februari 2021.

"Saya hendak mempertegas, bahwa baik EUL dan EUA, adalah 2 bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan dan alat diagnostik in Vitro, atas dasar beberapa pertimbangan yang intinya sama," kata Wiku dalam keterangan persnya.

Kesamaan pertimbangan tersebut diantaranya, pertama, diperuntukkan bagi penyakit yang serius dan mematikan serta memiliki peluang menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Update Covid-19: Amerika Serikat Masih di Posisi Pertama, Kasus di Indonesia Kembali Naik

Kedua, belum ada produk farmasi sebelumnya yang mampu menghilangkan dan mencegah wabah.

Ketiga, tahapan produksi dilakukan berdasarkan kaidah ilmiah dengan standar yang berlaku seperti good clinical practice, proof concept, good laboratory practice serta good manufacturing practices. 

Halaman:

Editor: Dede Murdy


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X