Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Solusi Utama Pengganti Energi Fosil di Indonesia?

- 17 Juli 2021, 15:58 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pembangkit Listrik Tenaga Surya /

JAKPUSNEWS.com - Seiring berjalannya waktu dan peradaban manusia, kebutuhan akan energi listrik kian hari kian meningkat.

Teknologi pembangkitan tenaga listrik yang sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu hingga kini adalah PLTU konvensional yang berbasis energi fosil seperti minyak bumi, batubara, gas alam, dsb.

Pada PLTU konvensional, bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak digunakan untuk pembakaran yang nantinya dapat generate energi listrik dari proses pembakaran bahan bakar ini, pembakaran ini menimbulkan karbondioksida yang berbahaya bagi lingkungan.

Baca Juga: UPS Kirimkan 13,8 Juta Dosis Vaksin ke Indonesia.

International Energy Agency (per 2018) menjelaskan bahwa PLTU Batubara turut ambil sekitar 30% dari total emisi karbondioksida di dunia, belum lagi keberadaan bahan bakar fosil yang terbatas dan seringkali merusak lingkungan selama proses penambangannya.

Maka dari itu, negara-negara di dunia mulai mencari alternatif lain untuk dapat membangkitkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan yaitu dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.

Melalui Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2025 porsi EBT dalam bauran energi nasional sebesar 23%. Selain itu pada akhir Mei 2021, PLN juga mengumumkan akan berencana untuk menghentikan operasional PLTU batubara dan PLTMG pada tahun 2025 dan akan dialihkan ke pembangkit listrik berbasis EBT (Energi Listrik Terbarukan).

Salah satu sumber EBT yang dimanfaatkan adalah energi surya (solar energy), pemanfaatan energi surya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dinilai ramah lingkungan karena pada proses perubahan energi surya menjadi energi listrik tidak dihasilkan emisi sama sekali.

Baca Juga: Tips Marketing & Customer Retention Efektif Selama Pandemi

Halaman:

Editor: Andy Aris


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X