Usai Tuduh BEM UI Nyogok, Ade Armando Kembali Bikin Geram Lewat Postingan Kematian Covid RI - Inggris

- 19 Juli 2021, 16:44 WIB
Ade Armando mendapatkan serbuan kritik karena komentarnya yang membandingkan koban Covid di Indonesia dan Inggris
Ade Armando mendapatkan serbuan kritik karena komentarnya yang membandingkan koban Covid di Indonesia dan Inggris /Instagram/@adearmandoreal

Jakpus News - Usai tuduh BEM UI nyogok, Ade Armando kembali bikin Geram lewat postingan kematian Covid RI - Inggris.

Pernah sindir BEM UI Nyogok, kali ini Ade Armando kembali membuat geram netizen yang membandingkan kasus kematian di RI dan Inggris.

"Penduduk Inggris 68 juta, meninggal karena Covid 128 ribu. Penduduk RI 270 juta, meninggal karena COVID 73 ribu," tulis Ade Armando dikutip Jakpus News dari akun Twitternya yang diunggah Minggu, 18 Juli 2021.

Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia Per 18 Juli 2021: Hampir 2,9 Juta Pasien Positif, Jumlah Pasien Sembuh 78,6%

Netizen pun langsung me re tweet postingan Ade Armando. Mereka kesal dan menganggap Ade Armando tidak memiliki empati terhadap korban kematian lantaran virus Covid-19 di Indonesia.

"Pingin sih sedikit mengedukasi tentang signifikansi statistik yang you kutip dan cara membacanya dalam konteks, sekaligus kenapa penting bicara data dengan empati. Cuma kami ngga pingin jadi manusia mubazir seperti you." Tulis kaw**

"Punya anak 5 Dan kakak nya Ade Armando Punya anak 10, anak Ade mati 2 org,anak kakaknya cuma mati 1 org, kakak nya Ade santai aja cm mati satu kok, Ade yg anak nya mati 2 santai2 aja..jgn lebay deh," tulis abr**

Baca Juga: Idul Adha, Gus Menteri Ajak Umat Muslim Wukuf: Ikhtiar dan Tawakal

"Disaat2 Kasus Positif serta Kematian Baru Covid RI Tertinggi di Dunia & Indonesia jd episentrum baru Covid-19 di dunia , teman @adearmando1 mampu bcr begini ? Di mana sisa empati terhadap korban?" Kata sab**

Covid-19 di Indonesia memang sempat menjadi tertinggi di dunia. Hampir 2,9 Juta Pasien Positif pada Minggu, 18 Juli 2021. Tepatnya mencapai angka mencapai 2.877.476 kasus. 

Halaman:

Editor: Dede Murdy


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X