Guru Wajib Tau. Tips Minimalisir Distraksi Anak Didik Saat Belajar Online

- 24 November 2021, 16:01 WIB
Migo bersama Bully.id Indonesia menyelenggarakan webinar edukasi untuk anak dan tenaga pengajar bertema “Mewujudkan Kesejahteraan Digital di Lingkungan Sekolah”, melibatkan pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Migo bersama Bully.id Indonesia menyelenggarakan webinar edukasi untuk anak dan tenaga pengajar bertema “Mewujudkan Kesejahteraan Digital di Lingkungan Sekolah”, melibatkan pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. /


JAKPUSNEWS.com - Di era pendidikan saat ini, teknologi digital telah menjadi media pembelajaran inovatif yang dapat membantu anak didik dalam mencari informasi dan meningkatkan proses belajar mandiri di masa pandemi.

Kesejahteraan digital berperan penting dalam memberikan lingkungan aman dan nyaman dalam penerapan proses belajar anak.

Namun, penggunaan internet yang berlebihan berdampak terhadap menurunnya kesejahteraan digital anak dan berpotensi menimbulkan risiko perundungan (cyberbullying), adiksi, dan kesehatan mental.

Baca Juga: Beri Diskon Spesial, Index Living Mall Resmi Hadir di SOGO Plaza Senayan

Menurut penelitian UNICEF pada tahun 2019, sekitar 90% anak dan remaja Indonesia menghabiskan waktu 5 jam/hari pada hari biasa, untuk mengakses media sosial, game online, dan menonton tayangan streaming.

Melihat realitas tersebut, upaya memberikan edukasi lingkungan digital yang aman perlu digencarkan guna melindungi dan memastikan kesejahteraan anak, terutama dalam sekolah dan proses pembelajaran.

Bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, Migo bersama Bully.id Indonesia menyelenggarakan webinar edukasi untuk anak dan tenaga pengajar bertema “Mewujudkan Kesejahteraan Digital di Lingkungan Sekolah”, melibatkan pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 

Baca Juga: Kolaborasi Danamon dan Grab Wujudkan Keuangan Ideal Bagi Milenial

Digital wellbeing atau kesejahteraan digital, sangat erat kaitannya dengan intensitas penggunaan internet, yang mana apabila dilakukan berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental dan memicu peluang terjadinya perundungan online hingga mengganggu kesehatan fisik. Menurut survei kami, kebanyakan dari remaja Indonesia sering kali merasa minder dan tidak percaya diri dengan wajah dan fisik mereka ketika melihat public figure / influencers yang mereka ikuti di media sosial”, ungkap Agita Pasaribu, Founder dan Direktur Eksekutif Bullyid Indonesia.

Agita menambahkan, “Rasa cemas yang muncul jika dibiarkan dapat berdampak kepada kemampuan anak dalam bersosialisasi, gangguan makan, dan depresi. Selain itu, penting sekali untuk anak memahami bagaimana cara agar mereka dapat menggunakan teknologi sebagai sarana belajar tanpa terdistraksi.”

Halaman:

Editor: Andy Aris


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X