Wali Kota Depok Resmikan Vaksin Booster Bagi Lansia di Sentra Vaksinasi RSUI

- 13 Januari 2022, 13:29 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris, meresmikan program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia melalui Sentra Vaksinasi RSUI - Yayasan Wings Peduli.
Wali Kota Depok Mohammad Idris, meresmikan program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia melalui Sentra Vaksinasi RSUI - Yayasan Wings Peduli. /

JAKPUSNEWS.com - Pemerintah Indonesia telah resmi mengumumkan vaksinasi Covid-19 dosis ke-3 (booster) secara gratis telah dimulai secara nasional.

Senada dengan instruksi tersebut, pemerintah Kota Depok turut meresmikan program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia melalui Sentra Vaksinasi RSUI - Yayasan Wings Peduli.

Hal ini dilakukan guna memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat Kota Depok dan sekitarnya sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.

Baca Juga: Bagaimana Mengelola Keuangan Negara dengan Baik? ini Kata BPK dan LPEI

“Omicron sudah mulai melantai di Indonesia, belum menari-nari. Oleh karena itu, kita harus melakukan tindakan mitigasi terhadap kasus-kasus yang terjadi dengan cepat dan tepat. Saya juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap optimis, dan berjuang sekuat tenaga,” ucap Wali Kota Depok Mohammad Idris pada, Rabu, 12 Januari 2022.

Untuk Kota Depok sendiri, vaksinasi dosis pertama telah mencapai lebih dari 82%, demikian juga untuk dosis kedua. Vaksinasi untuk lansia berada di angka 60% lebih dan pelajar mulai 12 tahun sekitar 81%.

Dengan dijalankannya program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia di Kota Depok melalui Sentra Vaksinasi RSUI - Yayasan Wings Peduli, tentunya angka-angka tersebut ditargetkan dapat naik secara signifikan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Video Klip ENHYPEN 'Blessed Cursed' Capai 10 Juta Viewers dalam Dua Hari Saja, Ini Lirik Lagu Blessed Cursed

“Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena memutuskan vaksinasi booster ini diberikan secara gratis, jadi kalau ada yang minta-minta itu adalah oknum,” lanjut Mohammad Idris.

Halaman:

Editor: Andy Aris


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network